Situbondo – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Situbondo terus mengintensifkan agenda Turun ke Bawah (Turba) dan konsolidasi organisasi sebagai upaya memperkuat soliditas kepengurusan hingga tingkat akar rumput. Rangkaian kegiatan kali ini dilaksanakan di wilayah Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Kapongan, Sabtu (11/7/2026), bertempat di kediaman Sahabat Zainal Arifin, Desa Kesambi Rampak, Kecamatan Kapongan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina GP Ansor Situbondo Habib Husein bin Syekh Abu Bakar, Ketua PC GP Ansor Situbondo Sahabat Johantono, Sekretaris PC GP Ansor Situbondo, jajaran pengurus Satkorcab Banser Situbondo, pengurus harian PAC GP Ansor Kapongan, serta para Ketua Ranting GP Ansor se-Kecamatan Kapongan.

Momentum konsolidasi di Kapongan juga menjadi forum penting bagi keberlangsungan organisasi. Dalam rapat pleno pengurus harian PAC, dilaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW) kepengurusan menyusul wafatnya Ketua PAC sebelumnya.
Melalui musyawarah yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan disaksikan oleh jajaran penasihat serta pimpinan cabang, forum menetapkan Sahabat Zainal Arifin sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kapongan dan Sahabat Muhammad Ilyas sebagai Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Kapongan untuk melanjutkan roda organisasi.
Dalam arahannya, Habib Husein bin Syekh Abu Bakar menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Ansor harus terus bergerak di berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak hanya pada bidang keagamaan dan penguatan akidah semata.

“Ansor harus hadir dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat. Organisasi ini harus mampu memberikan manfaat nyata bagi umat,” tegasnya.
Habib Husein juga menekankan bahwa agenda Turba merupakan instrumen penting untuk memastikan eksistensi dan internalisasi kepengurusan organisasi di seluruh tingkatan. Menurutnya, wajah Ansor di mata masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas para pengurus.
“Yang dibaca masyarakat adalah para pengurusnya. Karena itu, setiap kader harus mampu membangun citra positif, menjaga akhlak, dan menunjukkan jiwa pengabdian sebagai kader Ansor,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan GP Ansor Situbondo semakin maju dan konsisten dalam perjuangannya, membangun kepercayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan aksi kemasyarakatan agar keberadaan Ansor semakin dicintai kalangan pemuda.
Selain itu, Habib Husein mengingatkan pentingnya menanamkan Ruhul Jihad, yaitu semangat perjuangan sebagaimana diwariskan para muassis dan pendiri Nahdlatul Ulama serta GP Ansor.
Menurutnya, pola konsolidasi melalui Turba harus terus dijalankan secara berjenjang. Apabila PC turun ke PAC, maka PAC juga harus aktif turun ke ranting agar komunikasi organisasi tetap terjaga dan roda kepemimpinan berjalan secara efektif.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Situbondo, Sahabat Johantono, menyampaikan bahwa Turba dan konsolidasi merupakan media untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun desain organisasi yang lebih kuat, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Turba ini bukan sekadar agenda kunjungan, tetapi menjadi ruang konsolidasi antara PC, PAC, dan ranting untuk menyusun desain organisasi yang lebih baik sehingga kehadiran Ansor benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Johantono menjelaskan bahwa PC GP Ansor Situbondo saat ini terus melakukan pembenahan organisasi, salah satunya dengan membentuk Tim Kaderisasi yang menyusun silabus kaderisasi berbasis kearifan lokal Kabupaten Situbondo.
Menurutnya, strategi kaderisasi harus disesuaikan dengan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah agar proses rekrutmen kader semakin efektif.

“Kita membutuhkan strategi penguatan kepemudaan yang relevan dengan kondisi daerah. Pendekatan yang persuasif kepada komunitas-komunitas pemuda menjadi salah satu langkah penting untuk mengajak mereka duduk bersama dan bergabung menjadi kader GP Ansor,” jelasnya.
Melalui rangkaian Turba dan konsolidasi ini, PC GP Ansor Situbondo berharap komunikasi organisasi semakin solid, kaderisasi berjalan lebih terarah, serta seluruh tingkatan kepengurusan mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama yang terus bergerak, mengabdi, dan menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.


