Situbondo – Rangkaian kegiatan Turun ke Bawah (Turba) dan Konsolidasi Organisasi yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Situbondo terus berlanjut. Pada Minggu (12/7/2026) pukul 19.30 WIB, kegiatan dilaksanakan di wilayah Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Situbondo, bertempat di Kantor MWC NU Kecamatan Situbondo. Agenda ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Turba di PAC GP Ansor Mangaran sebagai bagian dari strategi percepatan konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua PC GP Ansor Situbondo, Kasatkorcab Banser Situbondo, Ketua PC MDS Rijalul Ansor, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, jajaran Satkorcab Banser, pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Situbondo, pengurus ranting, Satkoryon Banser, serta para tokoh MWC NU Kecamatan Situbondo.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Situbondo menyampaikan bahwa kondisi kelembagaan GP Ansor di tingkat ranting perlu segera dilakukan penyegaran, terutama berkaitan dengan legalitas kepengurusan agar seluruh ranting memiliki dasar administrasi yang kuat dalam menjalankan organisasi.
“Kondisi kelembagaan di tingkat ranting perlu segera kita refresh. Legalitas kepengurusan harus segera diaktifkan kembali agar roda organisasi berjalan lebih tertib dan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen PAC GP Ansor Situbondo untuk segera melaksanakan kaderisasi formal sebagai langkah regenerasi organisasi.
“Insya Allah dalam waktu dekat PAC GP Ansor Situbondo akan melaksanakan kaderisasi formal. Kita harus menyiapkan kader-kader baru yang mampu menghidupkan Ansor dan Banser di Kecamatan Situbondo sekaligus melanjutkan estafet perjuangan organisasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Situbondo menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan sinergi dengan MWC NU maupun ranting-ranting NU dalam membangun gerakan kepemudaan yang lebih luas.
Menurutnya, kolaborasi program menjadi salah satu strategi untuk menarik lebih banyak generasi muda bergabung ke dalam GP Ansor.
“Kita harus memperkuat komunikasi dengan MWC dan ranting NU agar mampu melaksanakan kegiatan secara kolaboratif. Dari sinilah kita dapat mengajak anak-anak muda untuk bergabung dengan Ansor, karena sejatinya estafet kepemimpinan organisasi akan diteruskan oleh generasi muda,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kaderisasi merupakan syarat utama keberlangsungan organisasi.
“Tanpa kaderisasi, estafet perjuangan tidak akan berjalan. Oleh karena itu kita harus terus melahirkan kader-kader baru yang siap melanjutkan kepengurusan dan perjuangan GP Ansor di masa mendatang,” imbuhnya.
Kasatkorcab Banser Situbondo, Aman Al Mukhtar, turut menyampaikan perhatian terhadap kondisi keanggotaan Banser yang saat ini didominasi oleh kader-kader senior.
“Saat ini Banser kita lebih banyak diisi kader yang sudah berusia lanjut. Kader Banser usia muda masih sangat minim sehingga kita khawatir akan kekurangan stok kader di masa depan. Karena itu kaderisasi menjadi tugas bersama agar organisasi ini terus hidup dan mampu menghidupkan Nahdlatul Ulama melalui Ansor dan Banser,” ungkapnya.
Dalam forum konsolidasi tersebut, peserta juga membahas sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya penguatan internalisasi kelembagaan, penyelesaian legalitas Surat Keputusan (SK) kepengurusan, mekanisme pemilihan pengurus ranting melalui Musyawarah Anggota, serta rencana pelaksanaan kaderisasi formal yang meliputi Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), dan Dirosah Ula sebagai bagian dari sistem kaderisasi berjenjang GP Ansor.
Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi Turba oleh Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Situbondo yang menekankan pentingnya penguatan soliditas organisasi, tata kelola kelembagaan yang tertib administrasi, serta kaderisasi yang terstruktur sebagai fondasi keberlangsungan organisasi. Turba juga menjadi ruang penyamaan persepsi antara PC, PAC, dan ranting agar seluruh tingkatan organisasi bergerak dalam satu komando, satu arah, dan satu semangat pengabdian.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai masukan dari pengurus PAC, ranting, dan Banser menjadi bahan evaluasi bersama dalam menyusun langkah-langkah strategis demi memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memastikan GP Ansor Situbondo terus hadir sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama yang adaptif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.


