Asembagus – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Asembagus menggelar Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor dengan mengangkat tema Refleksi dan Muhasabah Akhir Tahun. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin Malam Selasa, 29 Desember 2025, bertempat di Gedung Ranting NU Kertosari Kecamatan Asembagus.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali Tawassul bil Faatihah, dilanjutkan sambutan-sambutan, Pembacaan Istighotsah Nahdliyah, serta kajian refleksi akhir tahun.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Camat Asembagus, Ketua MWCNU Asembagus, Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Situbondo, Pengurus PAC Asembagus, Satkoryon Banser Asembagus, serta para Ketua dan Pengurus Pimpinan Ranting se-Wilayah Asembagus.
Ketua PAC Asembagus Febri Ubaidillah Halim, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan MDS Rijalul Ansor kali ini sengaja digelar di momentum akhir tahun sebagai sarana perenungan dan penguatan organisasi.
“MDS Rijalul Ansor ini diselenggarakan sengaja mengambil momentum akhir tahun guna merefleksikan diri menyambut tahun baru, mempersiapkan hal-hal yang perlu dikuatkan di tahun berikutnya, terutama dalam hal berorganisasi”, jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah sesama pengurus.
Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Situbondo, Imam Taufiqurrahman, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Refleksi ini penting sebagai ajang muhasabah diri dan evaluasi organisasi, agar ke depan Ansor dapat bergerak lebih baik lagi”, ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber Lora Muhammad Nasrullah yang sekaligus Wakil Ketua Bidang Rijalul Ansor Situbondo, menegaskan pentingnya muhasabah sebagai tolak ukur perkembangan organisasi. Ia menekankan bahwa kaderisasi harus tetap berjalan dengan ikhtiar maksimal serta menjaga tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai identitas Ansor. Dalam kajian refleksi tersebut, ia juga menyampaikan sejarah peran besar para ulama dalam mendirikan Ansor dan kontribusinya dalam membangun bangsa Indonesia.
“Ruang-ruang kajian kitab harus terus dilakukan sebagai upaya membentengi sekaligus membekali para kader dalam menjaga warisan para ulama”, tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kaderisasi tiga matra harus terus diperkuat. “PKD, Diklatsar, dan Dirosah Ula harus dapat dilaksanakan dengan baik oleh PAC Asembagus ke depannya,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan Rijalul Ansor Asembagus semakin solid, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Nahdlatul Ulama.


