Sahabat Imam Nawawi, Paparkan Nalar Politik Kebangsaan NU dalam Kaderisasi Tiga Matra GP Ansor

Dalam rangkaian kegiatan Kaderisasi Tiga Matra yang meliputi Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula MDS Rijalul Ansor yang di adakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Panarukan pada tanggal 5 – 7 Juni 2026 bertempat di Dusun Randu Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan, peserta mendapatkan pembekalan materi Nalar Politik Kebangsaan Nahdlatul Ulama yang disampaikan oleh Imam Nawawi.

Dalam pemaparannya Sahabat Imam Nawawi menegaskan bahwa komitmen politik Nahdlatul Ulama berlandaskan pada konsensus kebangsaan yang telah disepakati para pendiri bangsa. NU menerima dan memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final bernegara (nation state) yang selaras dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Karena itu, perjuangan politik NU bukan diarahkan pada pendirian negara agama atau negara Islam secara formal, melainkan pada upaya menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui prinsip keadilan, kemaslahatan, persatuan, dan kesejahteraan rakyat.

Menurut beliau, para ulama NU sejak masa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari hingga para kiai penerusnya telah menunjukkan komitmen kuat terhadap konsep negara bangsa Indonesia yang dibangun atas dasar keberagaman suku, budaya dan agama. Dalam pandangan NU, Pancasila tidak bertentangan dengan Islam, bahkan menjadi titik temu yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, menjaga NKRI, merawat Pancasila dan memperkuat persatuan nasional merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan sekaligus kebangsaan warga Nahdliyin.

Imam Nawawi juga menegaskan bahwa NU konsisten berada pada jalur politik kebangsaan (siyasah wathaniyah), bukan politik ideologis yang mengarah pada upaya mengganti sistem negara yang telah disepakati. Bagi NU, yang terpenting bukanlah simbol formal negara Islam, melainkan terwujudnya tujuan-tujuan syariat (maqashid syariah) berupa perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta dalam kehidupan bernegara. Dengan demikian, kader Ansor, Banser dan Rijalul Ansor dituntut menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI serta menolak berbagai paham yang bertentangan dengan konsensus kebangsaan Indonesia.

Menurut Imam Nawawi, nalar politik kebangsaan NU dibangun di atas prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan berimbang. Salah satu prinsip penting yang beliau tekankan adalah kewajiban menjaga stabilitas pemerintahan dan menaati pemimpin selama tidak memerintahkan kemaksiatan. Sikap ini merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan serta menghindari konflik yang dapat merugikan masyarakat luas.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga diajak memahami sembilan prinsip moderasi politik Nahdlatul Ulama, di antaranya politik sebagai sarana, bukan tujuan; mengedepankan kemaslahatan umum; menolak kerusakan sebelum mengambil manfaat; memilih mudarat yang paling ringan; serta menempatkan substansi dan tujuan di atas simbol semata. Prinsip-prinsip tersebut menjadi pedoman bagi kader Ansor, Banser, dan Rijalul Ansor dalam berkiprah di tengah masyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui materi ini, para peserta diharapkan mampu membangun cara pandang politik yang matang, moderat dan bertanggung jawab, sehingga dapat menjadi kader yang tidak hanya memiliki loyalitas organisasi, tetapi juga komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kemaslahatan umat.

Disela setelah mengisi materi ini Imam Nawawi yang juga sebagai pengurus PC Ansor Situbondo menyampaikan kepada admin bahwa materi Nalar Politik Kebangsaan NU menjadi bekal penting bagi seluruh peserta kaderisasi. “Kader Ansor, Banser dan Rijalul Ansor harus memiliki pemahaman politik kebangsaan yang benar sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan bekal ini, kader diharapkan mampu menjadi penjaga persatuan, penguat nilai-nilai kebangsaan, serta pelopor kemaslahatan di tengah masyarakat,” jelasnya. Materi yang disampaikan Imam Nawawi, tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta bahkan lebih lama dari waktu yang di tentukan oleh panitia karena memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara Islam, kebangsaan dan peran kader NU dalam menjaga keutuhan bangsa serta mengawal cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Butuh update kegiatan & info resmi GP Ansor?
Yuk gabung Channel WhatsApp resmi Ansor Situbondo!
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Harlah ke-92 GP Ansor

Harlah ke-92 GP Ansor, Festival UMKM Situbondo Dorong Penguatan...

PC GP Ansor Situbondo Perkuat Silaturrahmi dan Kolaborasi dengan Polres Situbondo

Situbondo — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Situbondo melaksanakan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini